Check out this SlideShare Presentation:
Saturday, January 15, 2011
Friday, January 14, 2011
Mari memulai lagi
ahh, lama sudah rasanya aku tak menulis, padahal kegiatan ini dulu adalah hal yang jarang sekali kulewatkan, aku menulis apa saja yang kurasakan, kualami bahkan yang hanya kufikirkan. Sempat bermimpi pula untuk menjadikan penulis sebagai salah satu cita-cita terpendamku suatu hari nanti...hhmmm
dulu sekali aku menulis dimana-mana di komputer (dulu aku belum punya notebook yaa), di lembaran diary di draft hape dan bahkan didiktat kuliah (maafkan mahasiswa mu ini wahai dosen-dosenku tercinta).
menulis bagiku adalah sama sepertimu, untuk banyak hal dan untuk banyak alasan, dari mulai yang sederhana seperti curhatan pribadi, resep masakan, lirik lagu, puisi sampai pada tulisan yang sangat ilmiah (walaupun yang terakhir ini sangat sulit untuk diwujudkan).
dan ketika membaca nya kembali, aku seolah lupa, bagaimana dulu aku bisa sampai berfikir seperti itu
:)
jika cara ku menceritakan bagaimana dulu aku suka menulis, seolah aku sangat pandai dalam menulis, jangan terlalu berbaik sangka,,, belum sama sekali belum, dengan hanya menuliskan beberapa kalimat dalam beberapa baris, bagiku hal itu merupakan kegiatan aku menulis,, *pede banget kan yaa??
tapi akhir-akhir ini karena mungkin intensitas pekerjaan dan mungkin juga faktor lingkungan yang tak lagi intens dengan suasana yang dapat membangkitkan hasrat tulis menulis, ditambah faktor pribadi,, maka lengkaplah sudah,, membuatku sangat kesulitan untuk dapat membuat bahkan 1 paragraf saja.
mulai hari ini (semoga saja aku bisa menepatinya) aku berjanji pada diriku sendiri, untuk minimal 1 minggu sekali harus membuat tulisan tentang apa saja,,untuk itu aku harus membuat alasan, mengapa aku harus memulainya lagi. dan setelah berfikir yang tidak terlalu keras, alasan-alasan aku harus menulis lagi adalah
here they are:
1. aku pernah punya cita-cita menjadi penulis, jika tidak dimulai dari hal kecil ini, mana mungkin aku bisa jadi penulis sungguhan nantinya (ahaha, huntuk yang satu ini,, biarkan saja aku tetap menghayal yaa)
2. aku lumayan hobby membaca, aku membeli beberapa buku diantaranya hanya jika memiliki minimal satu alasan, yaitu : kufikir buku itu benar-benar bagus (bintang 3 untuk skala 4) , aku punya anggaran lebih untuk membelinya, atau aku merasa takkan cukup jika hanya membacanya sekali saja. diluar alasan itu biasanya aku akan lebih memilih untuk pinjam dari teman
*heee, tapi biasanya aku membeli minimal 1 buku setiap bulannya, malu ah,,masa' pengen jadi penulis tapi pelit sama buku ^^
3. berdasarkan alasan no.3 aku merasa harus mengeluarkannya kembali apa-apa hal yang menarik dari buku atau pengetahuan yang kubaca. entah dalam bentuk apa, karena aku tidak pandai membuat orang tertarik pada ceritaku, dari pada aku harus bicara pada cermin dan dinding dikamarku kurasa menuliskannya akan lebih baik , minimal jika tak ada yang mau membaca, aku bisa membaca nya untuk diriku sendiri,
4. aku bisa mengasah kembali kepekaan ku terhadap sesuatu, dengan menuliskannya.maka aku akan terus belajar dan punya kepeduliaan terhadap hal-hal yang terjadi di sekelilingku.
5. aku ingin berguna bagi sesama, ketika kelak tulisanku dapat menginspirasi orang lain untuk mendapatkan hal-hal yang bermanfaat, pasti rasanya akan luar biasa. bukankah manusia yang terbaik adalah yang banyak manfaatnya bagi manusia yang lain kan. semoga tulisan ku membawa manfaat, jika tidak, acuhkan saja,dan silahkan memberi kripik, eh kritik.
6. aku ingin tetap menulis, karena menulis mengingatkan ku padamu,, kau yang pernah selalu jadi inspirasi dan membuat ku selalu terinpirasi dan termotivasi,,walau kini semua telah berbeda,,
aku ingin tetap sama
*hehehehe
sepertinya sudah cukup, ...
aku mulai tak tau apa lagi yang harus kutulis dan panca indra mulai menuntut haknya,, sulit untuk tetap diajak bekerjasama,,jadi aku tidur dulu yaa
see ya next
love,
Tyna
dulu sekali aku menulis dimana-mana di komputer (dulu aku belum punya notebook yaa), di lembaran diary di draft hape dan bahkan didiktat kuliah (maafkan mahasiswa mu ini wahai dosen-dosenku tercinta).
menulis bagiku adalah sama sepertimu, untuk banyak hal dan untuk banyak alasan, dari mulai yang sederhana seperti curhatan pribadi, resep masakan, lirik lagu, puisi sampai pada tulisan yang sangat ilmiah (walaupun yang terakhir ini sangat sulit untuk diwujudkan).
dan ketika membaca nya kembali, aku seolah lupa, bagaimana dulu aku bisa sampai berfikir seperti itu
:)
jika cara ku menceritakan bagaimana dulu aku suka menulis, seolah aku sangat pandai dalam menulis, jangan terlalu berbaik sangka,,, belum sama sekali belum, dengan hanya menuliskan beberapa kalimat dalam beberapa baris, bagiku hal itu merupakan kegiatan aku menulis,, *pede banget kan yaa??
tapi akhir-akhir ini karena mungkin intensitas pekerjaan dan mungkin juga faktor lingkungan yang tak lagi intens dengan suasana yang dapat membangkitkan hasrat tulis menulis, ditambah faktor pribadi,, maka lengkaplah sudah,, membuatku sangat kesulitan untuk dapat membuat bahkan 1 paragraf saja.
mulai hari ini (semoga saja aku bisa menepatinya) aku berjanji pada diriku sendiri, untuk minimal 1 minggu sekali harus membuat tulisan tentang apa saja,,untuk itu aku harus membuat alasan, mengapa aku harus memulainya lagi. dan setelah berfikir yang tidak terlalu keras, alasan-alasan aku harus menulis lagi adalah
here they are:
1. aku pernah punya cita-cita menjadi penulis, jika tidak dimulai dari hal kecil ini, mana mungkin aku bisa jadi penulis sungguhan nantinya (ahaha, huntuk yang satu ini,, biarkan saja aku tetap menghayal yaa)
2. aku lumayan hobby membaca, aku membeli beberapa buku diantaranya hanya jika memiliki minimal satu alasan, yaitu : kufikir buku itu benar-benar bagus (bintang 3 untuk skala 4) , aku punya anggaran lebih untuk membelinya, atau aku merasa takkan cukup jika hanya membacanya sekali saja. diluar alasan itu biasanya aku akan lebih memilih untuk pinjam dari teman
*heee, tapi biasanya aku membeli minimal 1 buku setiap bulannya, malu ah,,masa' pengen jadi penulis tapi pelit sama buku ^^
3. berdasarkan alasan no.3 aku merasa harus mengeluarkannya kembali apa-apa hal yang menarik dari buku atau pengetahuan yang kubaca. entah dalam bentuk apa, karena aku tidak pandai membuat orang tertarik pada ceritaku, dari pada aku harus bicara pada cermin dan dinding dikamarku kurasa menuliskannya akan lebih baik , minimal jika tak ada yang mau membaca, aku bisa membaca nya untuk diriku sendiri,
4. aku bisa mengasah kembali kepekaan ku terhadap sesuatu, dengan menuliskannya.maka aku akan terus belajar dan punya kepeduliaan terhadap hal-hal yang terjadi di sekelilingku.
5. aku ingin berguna bagi sesama, ketika kelak tulisanku dapat menginspirasi orang lain untuk mendapatkan hal-hal yang bermanfaat, pasti rasanya akan luar biasa. bukankah manusia yang terbaik adalah yang banyak manfaatnya bagi manusia yang lain kan. semoga tulisan ku membawa manfaat, jika tidak, acuhkan saja,dan silahkan memberi kripik, eh kritik.
6. aku ingin tetap menulis, karena menulis mengingatkan ku padamu,, kau yang pernah selalu jadi inspirasi dan membuat ku selalu terinpirasi dan termotivasi,,walau kini semua telah berbeda,,
aku ingin tetap sama
*hehehehe
sepertinya sudah cukup, ...
aku mulai tak tau apa lagi yang harus kutulis dan panca indra mulai menuntut haknya,, sulit untuk tetap diajak bekerjasama,,jadi aku tidur dulu yaa
see ya next
love,
Tyna
Tuesday, August 3, 2010
Negeri Para Bedebah
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
Karya:Adhie Massardi
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
Karya:Adhie Massardi
Thursday, July 8, 2010
first lirics written by me
-There’s no one like U-
In every deep of my heart. . .
It’s always fill to think about u. . .
I don’t know how to explain my feeling now!!
It’s a very sweety tourmen
It’s a very sweety tourmen
Reff: There’s no eyes like u has. . .
There’s no smile like u gave. . .
There’s no act like u do. . .
Coz there’s no one like u. . .
Would u to look back ??
to find me here. . .whose always waiting. . .
waiting for ure come. . .
waiting for ure smile. . .
waiting 4 ure hold. . .
waiting for ure explanation. . .
I’ll Keep this felling just in my mine
Coz there’s no one like u
Monday, July 5, 2010
Orang Miskin ga boleh sekolah ya,,,
Tahun ajaran baru 2010 – 2011 akan segera dimulai, sepanjang 2 pekan ini hiruk pikuk penyambutannya pun sudah mulai terasa di sendi-sendi kehidupan masyarakat kota ku dan mungkin kota-kota lainnya di Indonesia yang masih memiliki anggota keluarga usia sekolah ,terkecuali -tentu saja- sebagian kecil dari masyarakat (orangtua) yang masih asyik masyuk menghabiskan masa pergantian tahun ajaran ini dengan menikmati kemewahan lain,, untuk sekedar membayar perjuangan anaknya belajar selama setahun kebelakang bernama LIBURAN!!! (lupa rasanya kapan terakhir melakukan,,loh koq curhat??).
Tak pelak hal ini memaksa orang tua (yang tentu saja masih memiliki anak usia sekolah) harus kerja lebih ekstra dari biasanya, baik ekstra materi maupun ekstra fikiran. dan Adalah para orang tua yang anaknya akan memasuki jenjang satuan pendidikan yang baru (Misal dari SD ke SMP-red) yang tentu saja harus menyediakan ,,,ruang ekstra lebih banyak dihati untuk gelisah,,,ruang ekstra lebih banyak di otak untuk berfikir,,,ruang ekstra lebih banyak ibadah untuk berdoa dan tentu saja ruang (tanpa ‘r’) ekstra lebih banyak di kantong untuk membayar (hahaha). Tanya Mengapa??
Rasa-rasanya bagi mereka (para orangtua), belum lagi sepenuhnya hilang rasa harap-harap cemas itu (suasana ketika akan meng akhiri tahun ajaran lama,-red) tapi tiba-tiba sudah harus disadarkan kembali untuk menghadapi kenyataan baru bernama Tahun Ajaran baru. Suasana mencekam (weleh-weleh) dimulai ketika anaknya akan menghadapi Ujian Nasional yang konon katanya dijuluki Ujian Maut karena di sinyalir mampu merenggut nyawa,(hihihi syerem) kerepotan orang tua dalam hal ini ditandai dengan seberapa cekatan orang tua untuk mendaftarkan anak-anaknya les kanan-kiri untuk persiapan menghadapi ujian nasional dengan biaya bimbingan yang tak bisa dibilang murah, karena -tentu saja – ingin anaknya bisa lulus dengan nilai yang memuaskan, akhirnya anak-anak yang tak mampu membayar biaya mengikuti les harus puas dengan hanya membayar (apaa??bayar??) uang foto copian soal-soal ujian tahun-tahun sebelumnya yang mereka dapat dari guru (plus banyak-banyak berdoa,!! T.T).
Kecemasan tentu saja tidak berhenti begitu saja setelah menerima selembar kertas yang bertuliskan LULUS/MENGULANG tapi juga akan berlanjut dengan kecemasan session Ramadhan (nahh loh,, sinetron) berikutnya yang dapat mengakibatkan susah makan, kurang tidur, badan pegal-pegal , dan susah buang air besar,,yaitu,,apakah Nilai Ujian yang telah diperoleh sang anak cukup dapat menghantarkannya kesekolah favorit hampir sebagian besar rakyat Indonesia yaitu SEKOLAH NEGERI, karena sudah menjadi rahasia umum bahwa harga sekolah-sekolah swasta (yang mungkin memiliki kualitas) setinggi langit (lebay),, mau tidak mau,,sekolah negeri lah yang menjadi pilihan agar sang ibu tak perlu terlalu besar menulis anggaran sekolah yang bercampur dengan anggaran beli cabe (yg konon kabarnya ga akan turun sampe lebaran) plus anggaran lain yang siap-siap akan melonjak seiring kenaikan TDL (OHH no!!).
Namun apakah kecemasan berakhir setelah session ini?? Tentu tidak,,malah mungkin –jika dapat meminjam istilah penulisan drama dsb- telah memasuki klimaks nya
(to be continue)
Wednesday, February 17, 2010
Puisi Indah Rendra ( tentang mu dan Dia)
Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan
Bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya
Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh
Nya?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yg cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta, lebih banyak mobil, lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan.
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
"aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku" dan
menolak keputusan Nya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk
beribadah...
"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"
WS Rendra
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan
Bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya
Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh
Nya?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yg cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta, lebih banyak mobil, lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan.
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
"aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku" dan
menolak keputusan Nya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk
beribadah...
"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"
WS Rendra
Friday, December 11, 2009
Muhasabah diri sendiri
Sebagian 0rg memper0leh keinginan2nya dgn cara yg sangat mudah kdg tanpa peng0rbanan,tapi sebagian yg lain justru sangat kesulitan mencapainya,,
bahkan tak jarang yg akhirnya menjadikan keinginan itu laksana mimpi yg tak mungkin terwujud,,
tak lagi berani menjdknx sebuah keinginan atwpun cita-cita,,
Maka,,tak mengherankan jika kdng kami,,para manusia yg sedikit ilmu ini,,mulai menghitung-hitung,,membanding-bandingkan,,dan akhirnya berkesimpulan,,bhwa,,hidup kadang tak adil,,sering pula kami,,para manusia yg sedikit ilmu ini lupa,,bahwa kapan dan kenapa keinginan itu menjadi kenyataan,,adalah sepenuh-penuhnya menjadi hak Nya,,tak perlu menawar-nawar,,
Dia,menetapkannya ketika kita sudah dianggap pantas untuk mendapatkannya,,atw menurutNya justru akan lebih baik jika kita tidak mendapatkannya,,,
maka,,berhentilah menghitung-hitung dan membanding-bandingkan apa yg belum dan sudah kita per0leh dgn apa yg telah dimiliki 0rg lain,,
jika semua itu hanya akan membuat qt berfikir bhwa, Dia tidak adil,,
bukan kah Dia mengetahui apa-apa yang belum kamu ketahui.. ??
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui" TQS : Al-Baqarah (216)
sepertinya lirik dibawah ini bisa dijadikan tambahan referensi,,
tetap jalani hidup ini..
melakukan yang terbaik..
Tuhan pastikan menunjukkan, kebesaran dan kuasaNya..
bagi hambaNya ,, yang sabar dan tak kenal putus asa
Jangan menyerah, jangan menyerah..
(d'massive)
mari jalani saja apa yg menjadi z0na kita,,,dn biarkan Dia,,mengambil apa-apa yg ada di z0naNya,,,
*hatiyangsedanggundahgulana
bahkan tak jarang yg akhirnya menjadikan keinginan itu laksana mimpi yg tak mungkin terwujud,,
tak lagi berani menjdknx sebuah keinginan atwpun cita-cita,,
Maka,,tak mengherankan jika kdng kami,,para manusia yg sedikit ilmu ini,,mulai menghitung-hitung,,membanding-bandingkan,,dan akhirnya berkesimpulan,,bhwa,,hidup kadang tak adil,,sering pula kami,,para manusia yg sedikit ilmu ini lupa,,bahwa kapan dan kenapa keinginan itu menjadi kenyataan,,adalah sepenuh-penuhnya menjadi hak Nya,,tak perlu menawar-nawar,,
Dia,menetapkannya ketika kita sudah dianggap pantas untuk mendapatkannya,,atw menurutNya justru akan lebih baik jika kita tidak mendapatkannya,,,
maka,,berhentilah menghitung-hitung dan membanding-bandingkan apa yg belum dan sudah kita per0leh dgn apa yg telah dimiliki 0rg lain,,
jika semua itu hanya akan membuat qt berfikir bhwa, Dia tidak adil,,
bukan kah Dia mengetahui apa-apa yang belum kamu ketahui.. ??
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui" TQS : Al-Baqarah (216)
sepertinya lirik dibawah ini bisa dijadikan tambahan referensi,,
tetap jalani hidup ini..
melakukan yang terbaik..
Tuhan pastikan menunjukkan, kebesaran dan kuasaNya..
bagi hambaNya ,, yang sabar dan tak kenal putus asa
Jangan menyerah, jangan menyerah..
(d'massive)
mari jalani saja apa yg menjadi z0na kita,,,dn biarkan Dia,,mengambil apa-apa yg ada di z0naNya,,,
*hatiyangsedanggundahgulana
Subscribe to:
Posts (Atom)


